Kamis, 23 Oktober 2014 - 10:53:58 WIB
Aspirasi Para Ilmuwan Didengar Presiden Jokowi
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: PENDIDIKAN - Dibaca: 486 kali

Dalam membuat sebuah kebijakan, pemerintah hendaknya mendengarkan suara dan kebutuhan rakyat. Oleh karena itu kebijakan yang dibuat oleh pemerintah bertujuan untuk kepentingan masyarakat luas. Langkah tersebut yang diambil oleh pemerintahan baru Presiden Joko Widodo (Jokowi). Para akademisi yang tergabung dalam Forum Ilmuan Indonesia (FII) menyumbang 81 karya akademik kepada Presiden Terpilih Jokowidodo dari hasil diskusi panel yang digelar dalam Simposium Nasional II Jalan Kemandirian Bangsa yang digelar di Yogyakarta, beberapa waktu lalu. Salah satu perguruan tinggi yang terlibat dalam FII ialah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Direktur Program Pasca Sarjana UMY Achmad Nurmandi mengaku senang karena pemerintah terpilih telah mengakomodir rekomendasi para ilmuwan yang tertuang dalam karya akdemik tersebut. Direktur Jusuf Kalla School of Governance itu mengklaim, beberapa rekomendasi yang diberikan melalui forum tersebut akan dijalankan oleh pemerintahan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Oleh karena itu, dia berharap, ke depan, pemerintahan Jokowi akan terus dapat menagkomodir usulan dari kampus sebagai pertimbangan bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan. "Banyak rekomendasi yang diakomodasi. Semoga ke depannya dapat terus seperti ini, mengakomodasi pendapat ilmuan, riset dari kampus dapat menjadi pertimbangan pengambilan kebijakan negara ini," ujar Nurmandi, seperti dikutip dari situs UMY, Selasa (21/10/2014). Ketua Simposium Nasional II Rogatianus Maryatmo menambahkan, karya akademik dalam bentuk tulisan tersebut dihasilkan dari 31 diskusi panel yang diadakan di berbagai kota di Indonesia dan berpusat di Yogyakarta. Kegiatan tersebut melibatkan 81 kontributor yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Berbagai macam gagasan yang merupakan visi-misi Joko Widodo dibahas dalam diskusi panel tersebut. Mulai dari kemiskinan, perekonomian dan APBN, revolusi mental, kedaualatan komunikasi dan partisipasi masyarakat, poros maritim dunia, hingga pemberdayaan masyarakat. Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta menegaskan, simposium yang mereka adakan merupakan langkah ilmuwan untuk memperjuangkan idealisme pemerintah. Ilmuwan, lanjutnya, memiliki tanggung jawab untuk menyumbangkan pikiran untuk menciptakan pemerintahan yang baik. "Kita sedang memperjuangkan idealisme pemerintah yang dikelola secara bersih, demokratis, mampu menegakkan hukum, dan merevolusi karakter bangsa. Kita punya tanggung jawab,"Pungkas Maryatmo


Komentar :