Jumat, 07 November 2014 - 18:46:57 WIB
BNN : Sudah 29 Jenis Narkotika Baru Beredar Di Indonesia
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: BADAN NARKOTIKA NASIONAL - Dibaca: 10936 kali

LintasIndonesia.com : Saat ini di seluruh dunia sudah beredar 348 jenis narkotika baru yang di kenal dengan nama New Phsycoactive Substance (NPS). Di indonesia sendiri, BNN telah menemukan sekitar 29 jenis NPS. Hal itu di sampaikan Kasi Media Dunia Maya, TV dan Radio Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional, M. Affan Eko Budi, saat Focus Group Discussion (FGD) dengan pemuda karang taruna dan sejumlah guru paud di lingkungan kelurahan Lebak Bulus pada Kamis (6/11). Bentuk NPS itu bemacam-macam ujar Affan. Ada yang disamarkan dalam multi vitamin, kosmetik dan jananan anak-anak lanjut Affan. Jadi masyarakat harus tetap waspada ajak Afffa. Salah satu NPS yang beredar adalah jenis Methilon yang pernah di komsumsi oleh artis peran RA beberapa waktu yang lalu. Meskipun bentuknya beragam NPS tersebut menghasilkan efek yang sama seperti ekstasi, sabu dll. "Justru beberapa NPS dampaknya jauh lebih berbahaya dan mematikan ,"jelas Affan. Dia menjelaskan seperti yang tertera dalam Undang-Undang Narkotika Nomor 35/2009 Tentang Narkotika, ancaman maksimal pelaku kejahatan narkotika golongan satu baik tanaman maupun bukan tanaman itu hukuman mati. Sebenarnya narkotika boleh digunakan tapi harus sesuai dengan resep dokter.Sebagai contoh perempuan yang melakukan persalinan dengan cara operasi itu menggunakan narkotika untuk melakukan pembiusan dan mengurangi rasa nyeri. "Tapi jika penggunaan narkotika ini di luar atau melebihi indikasi medis itu sudah dikatakan dengan penyalahgunaan narkotika dan dikenakan sangsi hukum atas penyalahgunaannya tersebut." kata M. Affan. Sementara itu Toni, pemuda karang taruna Ciputat mengatakan, perlunya sosialisasi terkait dengan peredaran NPS. Menurutnya dia masyarakat indonesia sangat mudah untuk di rayu, apalagi para wanita. Dengan iming-iming badan yang kurus dan kulit yang lebih putih maka mereka akan membeli produk yang sebenarnya mengandung narkotika," ujarnya. " Nah disini perlunya koordinasi antara BNN dan Badan POM untuk melindungi masyarakat dari peredaran narkoba," tutup Toni. (oscar)


    Komentar :

    Invalid address: Message body empty Failed to sending message