Jumat, 21 November 2014 - 19:18:48 WIB
Pangdam II Sriwijaya: Di Bawah Tempat Tidur Saya Ada 5 Senjata
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: NASIONAL - Dibaca: 11225 kali

Pangdam II Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Iskandar M. Sahil mengaku pernah meletakkan lima senjata di bawah tempat tidurnya, ketika bertugas di Aceh. Dikatakan Iskandar, alasan lima senjata berada ditempat tidur tersebut, karena situasi Aceh, ketika itu sedang rawan penyerangan dari anggota Gerakan Aceh Militer (GAM). "Karena waktu itu, situasinya sedang tidak kondusif, jadi saya simpan lima senjata di bawa tempat tidur. Itu waktu di Aceh. Kalau di sini enggak, jadi ngapain pegang senjata, situasinya kondusif. Pangdamnya saja tidak pegang senjata, masak anggotanya mau pegang," Kata Iskandar, di Polda Sumsel, Jumat 21 Nopember 2014. Ditambahkan warga asli Palembang ini, tidak ada satu pun anggota yang memegang senjata selama bertugas. Sehingga, seluruh senjata berada di gudang penyimpanan di Batalyon masing-masing. "Yang pegang senjata itu hanya intel ketika bertugas, serta penjagaan. Tetapi, setelah selesai tugas, senjata dikembalikan ke gudang. Tidak ada yang dibawa pulang," katanya. Iskandar pun mengutarakan, situasi di wilayah Sumatera Selatan saat ini kondusif. Tidak ada lagi selisih paham antara TNI dan Polri. "Kejadian di Kabupaten Oku, Baturaja waktu itu, tidak lagi ada dendam. Semua sudah kondusif, Sumsel aman," katanya. Cek Batalyon sampai pagi Demi mengantisipasi para anggotanya keluar barak dan terjadi bentrokan susulan antara TNI-Polri, Pangdam II Sriwijaya ini melakukan pengecekan seluruh Batalyon hingga pagi hari. Sesuai instruksi, kata dia, seluruh anggota TNI dilarang keluar dan diberlakukan, setelah insiden di Kepulauan Riau. "Anak- anak di Batalyon tidak boleh ada yang keluar sampai ada instruksi dari saya. Semua Batalyon, saya cek sampai pagi. Agar, seluruh anggota tidak keluyuran," katanya. Selain itu, Pangdam II Sriwijaya juga memperketat gudang senjata yang ada seluruh Batalyon untuk mengantisipasi kejadian di Riau. "Setengah regu menjaga gudang senjata di setiap Batalyon. Penjagaan 1x24 jam," ujarnya. Sementara itu, Kapolda Sumatera Selatan, Irjen (Pol) Izah Fadri mengharapkan kepada seluruh anggotanya tidak mudah terprovokasi, jika terjadi masalah di luar. "Seluruh anggota harus menjaga tali silaturahmi dan tidak mudah terpancing isu," ujar Izah Fadri. Pangdam II Sriwijaya bersama Kapolda Sumsel, hari ini melakukan video teleconference kepada seluruh Korem, Kodim, dan Koramil. Selain itu, seluruh jajaran Polres dan Polsek yang ada di Wilayah Sumatera Selatan juga turut melakukan teleconfrence guna memberikan arah kepada seluruh jajaran Polri.(vivanews)


Komentar :

Invalid address: Message body empty Failed to sending message