Senin, 02 Februari 2015 - 22:13:57 WIB
GAPKI Meminta Pemerintah Benahi Masalah Yang Menghambat Industri Sawit Nasional
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: NASIONAL - Dibaca: 25158 kali

JAKARTA - NasionalPost.Com Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengaku merasa berat bila pemerintah meminta untuk meningkatkan kinerja ekspornya selama lima tahun ke depan sampai 2019. Direktur Eksekutif Gapki Fadhil Hasan mengatakan, peningkatan ekspor yang mencapai dua kali lipat atau sebesar USD36 miliar ini sangat mendukung, namun jika dilihat dari perekonomian di tahun ini dirasa memberatkan. Saya sampaikan kita mendukung sepenuhnya apa yang ditargetkan. Tapi kalau sampai USD36 miliar, itu berat sekali. Sebab kalau dilihat prediksi 2019, total ekspornya 24 juta ton. Padahal sekarang ini ada beberapa faktor yang harus kita lihat, tren harga komoditas juga menurun," jelas Fadhil di Kantor Pusat Gapki, Jakarta, Jumat (30/1/2015). Untuk mencapai itu pun memberatkan lantaran pertumbuhan ekonomi global belum sepenuhnya pulih. Di mana, International Monetary Fund (IMF) mengoreksi pertumbuhan ekonomi dunia menurun dari 3,8 persen menjadi 3,5 persen. Pada saat yang sama Sekjen Gapki Joko Supriyono "Kami concern mengenai PP 71/2014. Harapannya pemerintah merevisi ini karena dampaknya sangat signifikan khususnya di perkebunan," kata Joko Supriyono, Sekjen GAPKI juga, menurutnya, masalah kepastian hukum juga perlu menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya, masih terdapat kebun-kebun lama yang mengalami masalah tumpang tindih dengan kawasan hutan. "Kepastian hukum juga masalah utama. Ini menyangkut masalah mendasar karena menyangkut aset, kasus-kasus kebun lama masih tumpang tindih, masalah sosial, dan infrastruktur," jelas Joko. Jumlah peraturan daerah (perda) yang semakin banyak juga menyulitkan perkembangan industri kelapa sawit. "Perda perda ini semakin banyak perda. Ini kan menguras energi kita juga, makin hari makin aneh-aneh," Ujar Joko.


Komentar :

Invalid address: Message body empty Failed to sending message