Selasa, 25 Juli 2017 - 13:38:24 WIB
UIA Gelar Seminar Nasional Islam Dan Demokrasi
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: NASIONAL - Dibaca: 48 kali

Jakarta –Bertempat di Gedung Bank Bukopin Pusat Jakarta selatan UIA mengelar Seminar NasionalBukopin, Selasa 25 Juli 2017 . Ketua Yapta Prof Dailami Firdaus Dalam sambutan pada seminar Nasional ini mengatakan “Hubungan Islam dengan demokrasi” menjelaskan bahwa demokrasi compatible (sejalan) dengan Islam yaitu mengandung nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang sama. Dalam hal ini Indonesia tidak menentukan sistem pemerintahan khilafah, republik dan monarci. Demokrasi produk barat bukan dari ajaran Islam yang boleh kita terapkan dalam sistem demokrasi Indonesia. bagaimanapun sistem demokrasi yang diterapkan di Indonesia adalah Demokrasi Prosedural untuk menjawab dari pada tuntutan Zaman. Pada saat yang sama Zulkifli Hasan Ketua MPR mengharapkan perilaku Pancasilais menjadi perilaku sehari-hari manusia Indonesia. Perilaku Pancasilais adalah perilaku yang tidak bertentangan dengan Pancasila. “Sejatinya Pancasila menjadi pandangan hidup manusia Indonesia. Perilaku yang sudah turun temurun. katanya”, ketika menyampaikan materi sosialisasi Empat Pilar MPR kepada Mahasiswa masyarakat umum Sosialisasi Empat Pilar ini merupakan kerjasama MPR dan Universitas Islam As-Syafi’yah. Sebelumnya Zulkifli Hasan menguraikan secara ringkas dan sederhana tentang empat konsensus dasar (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika). “Tidak perlu dihafal, tidak perlu dicatat. Saya minta dipahami dan dimengerti dan dijadikan perilaku sehari-hari,” katanya mengawali penyampaian materi. Dalam hal Pancasila, Zulkifli Hasan mengatakan Pancasialis adalah bila perilaku manusia Indonesia disinari cahaya Ilahi. “Dia akan memanusiakan manusia dengan adil dan beradab,” katanya. “Perilaku Pancasialis adalah perilaku yang tutur katanya santun, simpatik, ucapannya sejuk, tidak mengadu domba, tidak menghasut dan menebar kebencian sehingga perilakunya melahirkan persatuan,” tambah Zulifli Hasan. Selain itu, lanjut Zulkifli, manusia Pancasilais akan selalu mengutamaan musyawarah mufakat. Tidak ingin menang-menangan dan main hakim sendiri. “Hidupnya tidak egois, bukan untuk dirinya sendiri, tetapi dia menjadi makhluk sosial. Hidupnya untuk semua, akhirnya memberi keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya Adapun harapan Zainal Arifin sebagai ketua panitia, dalam acara ini bisa merubah pola pikir mahasiswa dalam berbagai pendapat tentang penerapan sistem demokrasi di Indonesia, umat Islam ikut andil dan berpartisipasi dalam politik dan memunculkan pemimpin yang baik, adil dan jujur dalam mengemban kepemimpinan nantinya.Forirb)


Komentar :

Invalid address: Message body empty Failed to sending message