Kamis, 10 Agustus 2017 - 10:59:06 WIB
AMM Muhamadiyah Tak Masalah Sekolah 5 Hari
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: MEGAPOLITAN - Dibaca: 50 kali

Jakarta, NasionalPostcom,- Kebijakan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah menimbulkan sikap pro dan kontra. Menanggapi berbagai sikap diatas, Eksponen Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) yang diwakili oleh Muhammad Izzul Muslimin dan Ma’mun Murod Al-Barbasy menggelar jumpa pers, selasa (9/8/2017) di Pusat Dakwah PP Muhammadiyah Menteng Jakarta Pusat yang bertujuan meluruskan opini yang berkembang terkait kebijakan Permendikbud tersebut. Menurutnya, meskipun kebijakan lima hari sekolah tidak secara langsung terkait dengan Muhammadiyah, namun dengan posisi Mendikbud Prof. Dr. Muhadjir Effendi yang notabene adalah warga dan anggota PP Muhammadiyah sulit dihindari adanya pihak pihak yang mencoba mengaitkan keberadaan Prof. Dr. Muhadjir Effendi dengan Muhammadiyah. “Pada sisi lain elemen yang menolak tegas dan keras adalah sahabat sahabat dari NU, termasuk PB NU, yang tentu menjadi sulit pula dihindari adanya pengaitan secara berhadap hadapan antara Muhammadiyah dan NU, yang hal ini sesuatu yang tidak diharapkan dalam konteks menjaga ukhuwah islamiyah antara Muhammadiyah dan NU,”ujarMa’mun Murod. “Pak Muhadjir kerap kali bersilaturrahmi dan bertandang serta berdiskusi dengan tokoh NU misalnya KH Hasyim Muzadi (almarhum) sesamasa masih hidup, juga seringkali bertemu dengan KH Ma’ruf Amien sebagai Ketua Umum MUI dan sekaligus tokoh NU,”jelasnya. “Bahkan bila dikaitkan dengan kebaradaan Madrasah Diniyah (Madin) Permendikbud inipun tidak menjadi masalah karena kondisi Madin yang ada di kampung kampung itu sangat beragam dengan waktu ajar yang beragam pula. Hanya persoalannya mungkin ada pada pengaturan guru gurunya sehingga kemungkinan perlu ada titik antara Mendikbud dan Menag dalam mengatasi masalah ini,”jelas Izzul Muslimin dan Ma’mun Murod. Oleh karena itu Eksponen Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) menyatakan sikap sebagai berikut: 1. Bahwa Dikeluarkannya Permendikbud Nomor 23 tahun 2017 tentang Hari Sekolah, sama sekali tidak ada didalamnya kepentingan Muhammadiyah atas kebijakan tersebut. Karena Permendikbud itu dikeluarkan semata mata dalam kapasitas Mendikbud sebagai pembantu Presiden. Mendikbud mengeluarkan peraturan tersebut dalam rangka menjabarkan Nawacita yang menjadi program Pemerintah, terutama dalam hal pembentukan karakter bangsa. 2. Kami eksponen Angkatan Mudan Muhammadiyah (AMM) menyadari bahwa sebagai bagian dari komponen bangsa, Muhammadiyah selalu mendukung setiap kebijakan yang dinilai baik dan bermanfaat bagi masyarakat luas, namun tetap memberikan masukan atau kritik yang konstruktif apabila terdapat kebijakan yang dirasa merugikan masyarakat luas. 3. Kami juga merasa penting untuk menyikapi sikap resmi PB NU, terutama sikap yang menyebut bahwa penolakan PB NU atas kebijakan lima hari sekolah karena dinilai akan mematikan atau menggerus eksistensi Madrasah Diniyah (Madin), yang kami nilai sangat berlebihan. 4. Kebijakan kebijakan yang awalnya diduga akan mematikan Madin bukan kali ini saja, tapi sudah beberapa kali dan terbukti tidak mematikan Madin. Pemerintah Orde Baru melalui Departemen Agama pernah membuat kebijakan berupa Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Hadirnya MI yang didalamnya juga sarat mata pelajaran agama yang juga diajarkan di Madin, saat itu mendapat reaksi luar biasa karena diyakini akan mematikan Madin. Namun ketika tumbuh subur Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) juga diributkan. Alasannya sama, karena diyakini akan mematikan Madin. Namun faktanya Madin tetap hidup hingga saat ini. 5. Kami menghimbau kepada seluruh warga Muhammadiyah untuk tetap mensikapi persoalan dan kegaduhan terkait Permendikbud 23 tahun 2017 yang terjadi saat ini dengan kepala dingin dan tidak terhasut oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab. ATAS NAMA EKSPONEN ANGKATAN MUDA MUHAMMADIYAH (AMM) Muhammad Izzul Muslimin dan Ma’mun Murod Al-Barbasy


Komentar :

Invalid address: Message body empty Failed to sending message